Senin, 21 Januari 2013

TRI HITA KARANA DALAM KONSEP AGAMA HINDU


Tri Hita Karana berasal dari kata “Tri” yang artinya tiga, “Hita” yang artinya kebahagian, dan “Karana” yang berarti penyebab. Dengan demikian Tri Hita Karana tiga penyebab terciptanya kebahagian.
          Konsef kosmologi Tri Hita Karana merupakan palsafah tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat keunikan ragam budaya dan lingkungan, ditengah hantaman globalisasi dan homogenosasi. Pada dasarnya hakekat ajaran Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan  kehidupan dengan manusia di Dunia ini. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekitarnya.
Ketiga itu meliputi hubungan manusia dengan sesame, manusia dengan alam sekitarnya, manusia dengan Tuhan.
          Hakekat mendasar Tri Hita Karana mengandung pengertian 3 ( tiga ) penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam sekitarnya, manusia dengan sesamanya. Dengan menerapkan falsafah itu tersebut, diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modrn yang lebih mengedepankan Individualisme dan materialism.  Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat mengapus pandangan yang mendorong komsumsiresme, pertikain, dan gejolak.

Ketiga penyebab kebahagian itu adalah
Manusia dengan Tuhan
Manusia adlah ciptaan Tuhan, sedangkan atman ada dalam diri manusia merupakan percikan sinar suci kebesaran Tuhan, yang menyababkan manusia bisa hidup. Manusia berhutang nyawa pada Tuhan, oleh karena itu setiap manusia wajib berterimakasih, berbakti, dan selalu sujud. Itu dapat dinyatakan dalam bentuk puja dan puji terhadap kebesarannya
-         perrlunya beribadah dan melaksanakan perintahNya
-         perlunya melaksanakan tirta yatra atau dharma yatra  (kunjungan ketempat-tempat suci)
-         yoga semadi
-         mengikuti, mempelajari, dan melaksanakan ajaran-ajran dharma
Manusia dengan lingkungan
Manusia hidup dalam suatu lingkungan tertentu, manusia memperoleh bahan keperluan hidup dari lingkungan, dengan demikian manusia sangat tergantung pada lingkungan. oleh karena itu manusia harus selalu memperhatikan lingkungannya, lingkungan harus terjaga dan terpelihara, tidak boleh dirusak, hutan tidak boleh ditebang semuanya karena dapat merusak keseimbangan alam. Hutan yang rapi, tenang akan menyebabkan rasa tenang, tentram dalam diri manusia.
Manusia dengan sesamanya
Sebagai makhluk social,manusia tidak bisa hidup menyendiri.  Merka memerlukan bantuan dari kerjasama oaring lain, karena itu hubungan dengan sesama harus baik dan harmonis. Hubungan antara sesama harus berlandaskan saling asah, asuh, asih. Yang artinya saling menghargai, mengasihi, dan melindungi. hubungan antara keluarga dirumah harus harmonis, dengan masyarakat juga harus harmonis. Hubungan baik ini mnenciptakan keamanan dan kedamaian lahiar batindan masyarakat yang aman akan menciptakan tujuan yang tentram dan sejahtera.
Unsur – unsure Tri Hita Karana
Meliputi
-         Sangyang Jagat Karana
-         Buana
-         Manusi
Unsur-unsur Tri Hita Karana itu terdapat dalam kitab Begawad Gita III 10 berbunyi
“ Sahayajnah prajah sristwa pura waca prajapatih mena prasawisya dhiwan esa wostiwistah kamaduk”
Yang artinya
          Pada jaman dulu prajapati menciptakan manusia dengan
          Yadnya dan bersabda. Dengan ini lingkungan akan ber
          Kembang dan akan menjadi kamaduk dari kehidupan.

https://docs.google.com/file/d/0B-jnTTOOW7sYOTBScENmUTFiMjA/edit 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar